Vimarsana
Biggest News Aggregation in the World

Page 3 - Executor Task Head News Today : Breaking News, Live Updates & Top Stories | Vimarsana

Stay updated with breaking news from Executor Task Head. Get real-time updates on events, politics, business, and more. Visit us for reliable news and exclusive interviews.

Top News In Executor Task Head Today - Breaking & Trending Today

Pengelolaan Sampah Pekanbaru Buruk Berujung Somasi dan Pidana - Vimarsana News

Pengelolaan Sampah Pekanbaru Buruk Berujung Somasi dan Pidana

Pengelolaan Sampah Pekanbaru Buruk Berujung Somasi dan Pidana oleh Suryadi [Pekanbaru] di 8 July 2021     Walhi Riau bersama LBH Pekanbaru protes dan mengajukan somasi soal pengelolaan sampah kepada Pemerintah Kota Pekanbaru, medio Juni lalu. Mereka gugat wali kota, DPRD hingga Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).   Persoalan sampah di Pekanbaru belakangan ini membuat Polda Riau ambil tindakan hukum. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau menetapkan Agus Pramono, Kepala DLHK saat itu, bersama anak buahnya Kabid Pengelolaan Sampah Aidil Putra, sebagai ter...

Ketersediaan Tabung Oksigen Rumah Sakit di Palembang Masih Aman - Vimarsana News

Ketersediaan Tabung Oksigen Rumah Sakit di Palembang Masih Aman

Rabu, 7 Juli 2021 12:03 Reporter : Irwanto antrean pembelian oksigen. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki Merdeka.com - Meski terjadi kelangkaan tabung oksigen di pasaran, Dinas Kesehatan Palembang memastikan ketersediaan oksigen di rumah sakit masih aman. Kelangkaan tabung oksigen diklaim hanya akibat aksi warga punic buying. Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Palembang Fauziah mengungkapkan, kepastian itu berdasarkan laporan dari setiap RS secara online. Sejauh ini ketersediaan oksigen bagi pasien Covid-19 dan pasien lainnya masih tercukupi di masing-masing RS. "Kita mantaunya da...

Sudah Pesan Katering Rp 13,2 Juta, Wisuda SMAN 2 Mojokerjo Mendadak Dibatalkan, Panitia Kebingungan - Vimarsana News

Sudah Pesan Katering Rp 13,2 Juta, Wisuda SMAN 2 Mojokerjo Mendadak Dibatalkan, Panitia Kebingungan

Pembatalan itu diduga karena kegiatan wisuda akan berpotensi melanggar protokol kesehatan.