Melampaui 2,37 Meter MI.Ebet Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group. AJANG olahraga kerap menunjukkan aksi melampaui sportivitas. Ia menyentil kesadaran banyak orang tentang pentingnya respek, yang dalam banyak bidang lainnya 'ditinggal jauh di belakang'. Di olahraga, respek dijaga dan dijalankan sepenuh jiwa. Tak terkecuali di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Peristiwanya terjadi pada Minggu, 1 Agustus 2021. Saat itu tengah berlangsung final lompat tinggi putra dari cabang atletik. Gianmarco Tamberi dari Italia menghadapi Mutaz Essa Barshim dari Qatar untuk memperebutkan supremasi tertinggi di olahraga lompat tinggi. Persaingan sangat sengit. Keduanya melompat 2,37 meter dan setara. Sebetulnya, ada satu lagi atlet Belarusia Maksim Nedasekau yang juga berhasil mencatatkan lompatan yang sama setinggi 2,37 meter. Namun, ia harus puas membawa pulang medali perunggu karena lebih banyak melakukan upaya gagal.