Vimarsana
Biggest News Aggregation in the World

Commander The Highest News Today : Breaking News, Live Updates & Top Stories | Vimarsana

Stay updated with breaking news from Commander The Highest. Get real-time updates on events, politics, business, and more. Visit us for reliable news and exclusive interviews.

Top News In Commander The Highest Today - Breaking & Trending Today

DPR soal KSAD Dudung: Jangan Sampai TNI Dianggap Bisa Takuti Rakyat - Vimarsana News

DPR soal KSAD Dudung: Jangan Sampai TNI Dianggap Bisa Takuti Rakyat

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi NasDem Farhan menyarankan prajurit TNI yang tak menerima pernyataan Effendi Simbolon untuk menempuh jalur hukum.

Muhammad Farhan Ajak Semua Pihak Sudahi Polemik Effendi Simbolon dan TNI - Vimarsana News

Muhammad Farhan Ajak Semua Pihak Sudahi Polemik Effendi Simbolon dan TNI

JPNN.com Jabar : Anggota Komisi 1 DPR RI Muhammad Farhan mengajak semua pihak untuk menyudahi polemik sindiran keras Effendi Simbolon, yang dinilai menyinggu

Source: jpnn.com
Kisah Saat Pimpinan TNI AL Dimarahi Presiden Gegara Ajudan - Vimarsana News

Kisah Saat Pimpinan TNI AL Dimarahi Presiden Gegara Ajudan

A  A  A   Pengaturan Font JAKARTA - Ada satu kisah menarik yang dituturkan Bambang Widjanarko, dalam buku Sewindu Dekat Bung Karno. Kisah menarik ini tentang pimpinan TNI AL dan Panglima KKO Marinir yang dimarahi Presiden ketika itu, Soekarno atau Bung Karno. Bambang Widjanarko kala itu berpangkat Kolonel KKO. Ia saat itu tengah ditugaskan untuk menjadi salah satu ajudan pribadi Presiden Soekarno. Kemarahan Presiden Soekarno itu, kata Bambang dalam bukunya bermula saat dirinya hendak ditarik dari Istana Negara karena sudah saatnya mengikuti pendidikan Sesko TNI. Seperti diketa...

Cerita Presiden Soeharto Tidak Pernah Kenakan Atribut dan Bintang, Ini Alasannya : Okezone Nasional - Vimarsana News

Cerita Presiden Soeharto Tidak Pernah Kenakan Atribut dan Bintang, Ini Alasannya : Okezone Nasional

Mengenai ini, dirinya berpikir bahwa tugas dan fungsi Presiden sebagai Panglima Tertinggi tidak memerlukan atribut dan harus bisa dilaksanakan tanpa itu. Secara konstitusi sudah jelas pula, Presiden itu memegang kekuasaan tertinggi Angkatan Perang. Dus, sudah secara otomatis dan tidak perlu ditonjolkan dengan atribut, pakai tanda pangkat jenderal dan sebagainya. Dengan ini, Soeharto ingin menunjukkan bahwa tanpa atribut, tanda pangkat, bendera, dan sebagainya itu, secara konstitusi Presiden itu sudah kuat. Tanpa sebutan Panglima Tertinggi dalam konstitusi, memang kekuasaan tertinggi atas Angk...