Pandemi dan Jiwa-Jiwa Penuh Empati
Rabu, 28 Juli 2021 07:04 Reporter : Tim Merdeka Gerakan sosial di masa pandemi. ©2021 Istimewa Merdeka.com - Kaum ibu duduk di beranda rumah. Masker menutupi wajah. Tapi tidak menutup empati yang keluar dari dalam diri. Mereka memandang seksama, sebuah catatan di selembar kertas. Percakapan mengalir tanpa henti. Ini pembicaraan soal naluri. Beberapa pekan terakhir mereka rutin bertemu. Bermufakat untuk kepentingan maslahat. Meringankan beban tanpa pamrih. Berharap mereka yang sakit lekas sehat dan pulih. "Kalau tidak kita siapa lagi," cerita Kepala Desa Bedoro, Pri Harto...