Begini Cara Arkeolog Pelajari Jumlah Populasi Manusia
Makam Suku Maya. Share VIVA – Penelitian cara baru yang melibatkan feses atau kotoran manusia akan membantu para arkeolog melihat perubahan yang mungkin tidak terlihat dalam bukti arkeologis. Mempelajari sampel kotoran manusia yang usianya sudah berabad-abad telah memberi para ilmuwan pemahaman yang lebih dalam tentang ukuran populasiSuku Maya Kuno yang berfluktuasi. Studi baru berhasil menetapkan empat periode berbeda yang berbasiskan perbedaan jumlah populasi yang tampaknya terjadi sebagai respons terhadap 'periode yang sangat kering atau sangat basah', dilansir dari situs Sputniknews,...