vimarsana.com

Village Mandalawangi Sub District News Today : Breaking News, Live Updates & Top Stories | Vimarsana

Polisi Akan Telusuri Siapa Saja di Balik Grup WhatsApp Tenis Semarang?

Polisi Akan Telusuri Siapa Saja di Balik Grup WhatsApp Tenis Semarang? Dipublikasikan pada 25 Juli 2021. JAKARTA - Media sosial (medsos) dihebohkan dengan beredarnya poster bernada provokatif. Poster tersebut bertajuk: Jokowi End Game. Ada ajakan kepada massa untuk menggeruduk Istana Negara dalam aksi unjuk rasa, Sabtu (24/7) kemarin. Tak hanya di Jakarta, ajakan provokatif tersebut juga menyebar ke berbagai daerah. Salah satu yang kini sedang diselidiki polisi adalah grup WhatsApp bernama Grup tenis semarang . Baca Juga: Di dalam grup itu, ada percakapan yang menyebut aksi tersebut memiliki tujuan menciptakan kekacauan untuk melumpuhkan perekonomian kota. Polri masih melakukan penyelidikan. Kita akan ungkap siapa saja yang diduga terlibat di dalamnya, tegas Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono di Jakarta, Sabtu (24/7).

PPKM Darurat Hampir Rampung, Politisi PKS: Publik Boleh Menegur Bila Pemerintah Luput dari Tanggung Jawabnya

PPKM Darurat Hampir Rampung, Politisi PKS: Publik Boleh Menegur Bila Pemerintah Luput dari Tanggung Jawabnya Dipublikasikan pada 25 Juli 2021. Bisa didengarkan. JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera menanggapi keputusan pemerintah yang resmi memperpanjang PPKM hingga, Minggu (25/7) hari ini. Menurutnya, keputusan tersebut menyisakan lubang besar, seperti interaksi petugas dengan masyarakat di lapangan juga berbagai indikator. “Target penurunan mobilitas sebesar 30 persen, nyatanya yang tercapai masih 20 persen. Lalu tracing dari 15 orang per satu kasus positif/300 ribu kontak yang ditargetkan sejauh ini baru bisa melakukan tracing sebanyak 250 ribu kontak,” ungkap Mardani dikutip, Sabtu (24/7). Baca Juga: “Kita masih dibayangi banyaknya RS yang menutup ruang IGD karena tak kuasa menampung pasien,” ujarnya.

Jika PPKM Jadi Dilonggarkan, Presiden Jokowi: Bisa Makan di Tempat Maksimal 30 Menit

Jika PPKM Jadi Dilonggarkan, Presiden Jokowi: Bisa Makan di Tempat Maksimal 30 Menit Dipublikasikan pada 25 Juli 2021. Bisa didengarkan. JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan jika kasus Covid-19 menurun, Senin (26/7) besok, maka penerapan PPKM Darurat akan dilonggarkan. Pelonggaran akan menyasar pada sektor seperti pasar hingga tempat makan, kata Jokowi, Sabtu (24/7). Kendati ada pelonggaran, Jokowi menekankan tetap ada aturan dan batasan. Seperti batasan jam buka-tutup hingga kapasitas maksimal pengunjung yang datang. Pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan dibuka hingga pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50%. Pasar tradisional yang jual non kebutuhan pokok diizinkan sampai pukul 15.00 WIB, dengan kapasitas maksimal 50%, terangnya. Baca Juga:

Windy Cantika Aisah, Peraih Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo Ternyata Sempat Positif Covid-19

Windy Cantika Aisah, Peraih Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo Ternyata Sempat Positif Covid-19 Dipublikasikan pada 25 Juli 2021. JAKARTA - Windy Cantika Aisah, sukses meraih medali pertama bagi Indonesia di Olimpiade 2020 Tokyo, Sabtu (24/7) kemarin. Sang ibu Siti Aisah, mengaku terharu saat putrinya dinyatakan meraih medali perunggu di kelas 49 kg. Sang ibunda menyaksikan putrinya melalui layar kaca. Tak henti-hentinya dia berdoa untuk keberhasilan Windy. “Saya terus berdoa selama Cantika tampil. Dada saya berdetak sangat sangat kencang. Apalagi melihat dia sempat dua kali mengalami kegagalan di angkatan Snatch. Begitu Cantika meraih medali perunggu, tak terasa air mata deras mengalir,” kata Siti Aisah dalam sebuah pernyataan kepada KOI, Sabtu (24/7).

Novel Baswedan Khawatir Putusan Dewas Akan Membuat Firli Cs Semakin Sewenang-wenang

Novel Baswedan Khawatir Putusan Dewas Akan Membuat Firli Cs Semakin Sewenang-wenang Dipublikasikan pada 25 Juli 2021. JAKARTA - Penyidik senior nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan khawatir putusan Dewan Pengawas (Dewas) KPK yang tidak melanjutkan laporan dugaan pelanggaran etik Firli Bahuri cs ke persidangan justru membuat pimpinan KPK semakin bertindak sewenang-wenang. Saya khawatir kalau sikap Dewas seperti ini justru membuat pimpinan KPK semakin berani untuk membuat pelanggaran-pelanggaran. Kenapa? Ya karena Dewasnya begitu berpihak, kata Novel dalam jumpa pers daring, Sabtu (24/7). Baca Juga: Padahal, kata Novel, Dewas memiliki kewenangan besar menangani dugaan pelanggaran etik pimpinan ataupun pegawai KPK. Sebab, Dewas berlaku sebagai pemeriksa, penuntut, sekaligus hakim.

© 2025 Vimarsana

vimarsana © 2020. All Rights Reserved.