Agar "panic buying" tak kembali terjadi
Agar "panic buying" tak kembali terjadi Oleh Lia Wanadriani Santosa Rabu, 7 Juli 2021 09:07 WIB Ilustrasi seorang perempuan mengenakan masker, sedang berbelanja di supermarket namun seuruh barang sudah habis terjual akibat panic buying. (Shutterstock) Jakarta (ANTARA) - Pembelian impulsif atau panic buying akibat mengambil keputusan secara emosional seperti yang terjadi dalam kasus tabung oksigen hingga susu berlogo beruang beberapa waktu lalu bisa dihindari. Psikolog klinis dewasa dari Universitas Indonesia Mega Tala Harimukthi mengatakan, kembali ke akal sehat dan hati n...