Partai Masyumi: Silam Berjaya, Kini Gagal Ikut Pemilu 2024
Partai Masyumi sangat berjaya di awal Indonesia merdeka hingga 1950-an hingga dibubarkan pada 1960. Kini bangkit kembali, namun gagal jadi peserta Pemilu 2024.
Stay updated with breaking news from Democracy Guided. Get real-time updates on events, politics, business, and more. Visit us for reliable news and exclusive interviews.
Partai Masyumi sangat berjaya di awal Indonesia merdeka hingga 1950-an hingga dibubarkan pada 1960. Kini bangkit kembali, namun gagal jadi peserta Pemilu 2024.
KBRN, Jakarta: Genjer merupakan lagu populer berbahasa Osing (bahasa daerah Banyuwangi) yang diciptakan oleh seniman asal Banyuwangi, Muhammad Arief, pada tahun 1940-an. Genjer kerap dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Sejak rezim Orde Baru berkuasa lagu ini selalu disebut sebagai…
125 Tahun Koperasi, Perlu Melampaui Kebajikan Komentar: Kompas.com - 12/07/2021, 09:39 WIB Bagikan: BILA dihitung sejak inisiasi awal, tepatnya di Purwokerto pada 1896, oleh duet antara Raden Aria Wiriaatmadja dengan de Wolff van Westerrode, koperasi di Indonesia sesungguhnya sudah berusia 125 tahun. Gerakan ini telah melalui serial zaman dan rezim pemerintahan, dengan berbagai pasang-surut kebijakan. Mulai dari masa penjajahan Belanda, Jepang, era Demokrasi Terpimpin, Orde Baru, Reformasi dan Pasca Reformasi. Nyatanya koperasi di negeri ini tetap eksis. Meskipun banyak kalan...
Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Mengakhiri Sistem Pemerintahan Liberal Indonesia Diperbarui 05 Jul 2021, 07:33 WIB 17 Presiden Republik Indonesia Sukarno saat memimpin upacara HUT Kemerdekaan RI ke 21 di Lapangan Merdeka, Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus 1966. (AFP PHOTO) Liputan6.com, Jakarta Pada 5 Juli 1959, Presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden. Dekrit dikeluarkan karena kegagalan dari Badan Konstituante menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) baru pengganti UUD Sementara 1950. Ada sejumlah peristiwa yang terjadi sebelum dikeluarkannya Dekrit Presiden. Faktor utama penyebab dikeluarka...
2 Juli 2004: Meninggalnya tokoh pers Indonesia, Mochtar Lubis Penulis : Calista Aziza | Editor : Administrator Mochtar Lubis. (wikipedia) Elshinta.com - Tokoh pers senior dan budayawan Mochtar Lubis meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan, Jumat, 2 Juli 2004 pukul 19.15 WIB. Budayawan yang terkenal dengan novel Harimau, Harimau melepaskan napas terakhir pada usia 82 tahun. Jenazah Mochtar disemayamkan di rumah duka Jalan Bonang Nomor 17, Menteng, Jakarta Pusat, tempat tinggalnya sejak masa revolusi tahun 1945. Mochtar dilahirkan di Padang, Su...