Vimarsana
Biggest News Aggregation in the World

Lalu News Today : Breaking News, Live Updates & Top Stories | Vimarsana

Stay updated with breaking news from Lalu . Get real-time updates on events, politics, business, and more. Visit us for reliable news and exclusive interviews.

Top News In Lalu Today - Breaking & Trending Today

Bantah Perang Dingin dengan Mantan Suami, Muzdalifah Akui Nassar Masih Nafkahi Anak - Vimarsana News

Bantah Perang Dingin dengan Mantan Suami, Muzdalifah Akui Nassar Masih Nafkahi Anak

Beredar isu bahwa Muzdalifah dan Nazar terlibat perang dingin setelah memutuskan untuk bercerai pada 2015 lalu. Mendengar hal tersebut, Muzdalifah pun membantah dugaan tersebut. Ia mengatakan bahwa hubungan antara dirinya dengan mantan suami selama ini masih baik-baik saja.

Agustus 2022, Impor Indonesia Naik 3,77 Persen - Vimarsana News

Agustus 2022, Impor Indonesia Naik 3,77 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor Indonesia pada bulan Agustus 2022 mencapai USD 22.150,4 miliar atau setara Rp 329,89 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar 3,77 persen dibandingkan bulan lalu.

Dede Yusuf soal Pilgub Jabar: Saya Setiap Periode Selalu Diusung - Vimarsana News

Dede Yusuf soal Pilgub Jabar: Saya Setiap Periode Selalu Diusung

Dede menjelaskan, penting untuk mendahului Pilpres dan ambisi untuk menang, agar Partai Demokrat tidak dikudeta kembali seperti beberapa waktu lalu. Serta menjauhkan partai dari konflik internal.

Menteri Johnny: Tata Ulang Frekuensi 2,3 GHz Tuntas - Vimarsana News

Menteri Johnny: Tata Ulang Frekuensi 2,3 GHz Tuntas

Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan penataan ulang (refarming) pita frekuensi 2,3 GHz. Menurut Menkominfo Johnny G. Plate, penataan ulang itu dilakukan setelah penetapan Telkomsel dan Smartfren sebagai pemenang seleksi pengguna pita frekuensi 2,3 GHz pada bulan Mei 2021 yang lalu.

Jenderal AS Sarankan Joe Biden Sisakan 2.500 Pasukan Militer di Afghanistan - Vimarsana News

Jenderal AS Sarankan Joe Biden Sisakan 2.500 Pasukan Militer di Afghanistan

Dua jenderal ternama Amerika Serikat (AS) menyampaikan, mereka pernah merekomendasikan 2.500 pasukan AS tetap ditempatkan di Afghanistan, menjelang penarikan penuh pasukan AS pada Agustus lalu.